by

Inilah Berbagai Macam Kerupuk di Indonesia

Kerupuk – Siapa yang tidak mengenal kerupuk? Camilan khas Nusantara tersebut biasanya terbuat dari adonan tepung yang dicampur dengan sejumlah bahan lain. Meski tergolong camilan, namun keberadaannya cocok sebagai pendamping nasi hangat, sayur, serta sejumlah masakan lain seperti gado-gado.

Kerupuk

Cara pembuatan kerupuk tergolong mudah, hanya tinggal mengukus adonan yang sebelumnya sudah dibuat lalu dipotong tipis untuk kemudian dijemur di bawah terik mentari. Cara menggorengnya pun cukup mudah, hanya tinggal menggunakan minyak yang cukup banyak hingga mengembang.

Banyaknya peminat menjadikan varian kerupuk menjadi beragam, yuk simak beberapa jenis kerupuk di bawah ini!

Kerupuk Udang

Kerupuk yang berasal dari Sidoarjo ini terbuat dari adonan tepung tapioka yang dicampur dengan udang yang sudah ditumbuk halus. Tidak lupa juga ditambahkan sedikit rempah dan penyedap masakan. Biasanya, udang yang digunakan adalah jenis udang rebon.

Proses pembuatannya, sama seperti membuat kerupuk pada umumnya. Untuk mengeringkan adonan yang sudah dikukus, memerlukan durasi menjemur selama 2-3 hari.

Kerupuk Kulit

Di beberapa daerah, kerupuk kulit biasa juga disebut rambak atau jangek. Sesuai namanya, kerupuk ini terbuat dari kulit sapi atau kulit kerbau yang diolah dan diberi bumbu penyedap lainnya.

Proses pembuatannya sedikit berbeda dengan kerupuk lain. Karena berbahan dasar kulit, maka dilakukan perebusan sebelum dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2-3 hari. Nantinya, kerupuk mentah tersebut siap digoreng dan menjadi hidangan lezat.

Rengginang

Siapa nyana apabila makanan berbahan ketan dan berbentuk bulat ini tergolong ke dalam jenis kerupuk. Berbeda dengan kerupuk lainnya yang berbahan dasar tapioka yang dihaluskan, rengginang menggunakan beras ketan yang sengaja tidak dihancurkan.

Beras ketan berbentuk bulat dan seringkali ditambahkan bumbu lain seperti terasi, kencur, lorjuk, udang, bahkan gula kawung atau gula merah untuk varian yang manis.

Kerupuk Mlarat

Kerupuk mlarat berasal dari daerah Cirebon dan sekitarnya. Biasanya, kerupuk ini disajikan dengan bumbu sambal asam. Karena sajiannya yang didampingi sambal asam, jajanan ini cocok disantap pada musim kemarau.

Berbahan dasar tepung tapioka dan memiliki ragam warna seperti merah, kuning, putih, dan hijau, menjadikan kerupuk ini memiliki ciri khas yang lain dari kerupuk lainnya. Kerupuk ini juga berbentuk seperti tali rafia yang acak-acakan.

Penamaan mlarat sendiri diambil dari kata melarat yang berarti miskin. Pasalnya, kerupuk ini digoreng tanpa menggunakan minyak. Tetapi menggunakan pasir yang sudah dibersihkan lebih dulu dengan cara dikeringkan dan disaring.

Rempeyek

Rempeyek atau peyek merupakan makanan jenis gorengan. Tetapi, secara fungsional sama saja dengan kerupuk; yakni sebagai pelengkap hidangan.

Terbuat dari tepung beras yang dicampur air hingga adonan menjadi kental. Adonan tersebut juga ditambah beberapa bumbu seperti garam dan bawang putih. Tidak lupa dilengkapi dengan kacang tanah atau kedelai, atau bisa juga diganti dengan ikan teri, ebi, laron, kepiting, atau bisa juga dengan daun bayam.

Kerupuk Bawang

Sesuai namanya, kerupuk putih ini terbuat dari adonan tepung tapioka dan juga bawang. Cara pembuatannya sama seperti kerupuk lainnya, hanya saja menjadikan bawang sebagai bahan pelengkap wajib.

Biasanya, kerupuk ini cocok dijadikan teman makan gado-gado, sup, atau soto ayam. Sebagai pendamping nasi hangat ditambah kecap pun tentu cocok. Ragamnya yang cukup variatif menjadikan kerupuk sebagai bahan pendamping wajib saat makan. Kehadiran kerupuk tentu sangat menambah kenikmatan santap Anda

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *