by

Inilah Penyebab Biduran Pada Anak

Penyebab Biduran Pada Anak – Biduran merupakan salah satu gangguan kulit yang sering menyerang anak-anak. Penyakit yang memiliki nama medis urtikaria ini ditandai dengan bilur alias bentol berwarna merah atau putih yang terasa gatal. Bentol akibat biduran bisa muncul di satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Bentol yang muncul karena penyakit ini pun bisa memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, mulai dari yang berukuran kecil sampai sebesar tangan. Selain terasa gatal, ruam yang muncul karena biduran juga akan terasa perih dan memicu sensasi menyengat. Bentol karena biduran bisa muncul di seluruh bagian tubuh, termasuk wajah, bibir, lidah, dan telinga.

Mengantisipasi Penyebab Biduran Pada Anak

Selain terasa gatal, ruam pada anak juga bisa terasa perih atau menyengat. Ruam ini bisa muncul pada seluruh tubuh Si Kecil, termasuk pada wajah, lidah, tenggorokan, telinga, dan bibir. Gejala yang dialami, bisa berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Ibu, yuk cari tahu faktor penyebab biduran pada Si Kecil!

Ibu, Ini yang Dimaksud Biduran pada Anak

Biduran punya nama medis, yaitu urtikaria. Kondisi ini merupakan reaksi kulit yang ditandai dengan bilur yang menonjol keluar kulit berwarna merah atau putih dan terasa gatal. Bilur ini bisa muncul di salah satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ukurannya juga bisa berbeda-beda pada setiap orang. Biduran bukan merupakan kondisi yang berbahaya, tapi bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman saat tidur karena sensasi rasa gatal yang muncul.

Si Kecil Mengidap Biduran? Ini Gejala yang Ditimbulkan!

Bilur-bilur yang muncul ini biasanya akan sangat terasa gatal. Bilur ini juga mempunyai ukuran dan lokasi yang berbeda-beda. Gejala umum jika Si Kecil mengidap biduran ditandai dengan:

  • Sensasi rasa gatal yang amat sangat.
  • Ruam berwarna merah atau putih.
  • Adanya bekas luka pada wajah, badan, kaki, atau lengan.
  • Bilur atau ruam ini berbentuk oval atau panjang seperti cacing.

Gejala di atas bisa sering kambuh dan terjadi secara tiba-tiba. Gejala yang kambuh bisa berlangsung selama berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun. Ruam atau bilur ini bisa muncul karena beberapa faktor pemicu, antara lain kondisi suhu udara yang panas, dan stres.

Si Kecil Mengidap Biduran? Ini Penyebabnya

Biduran pada Si Kecil terjadi akibat paparan suatu alergen. Sumber utama alergen pada anak biasanya adalah obat dan makanan. Nah, biduran yang timbul merupakan respon dari sistem kekebalan tubuh yang merespon suatu zat yang dianggap beracun oleh tubuh.

Selain itu, bilur bisa muncul karena dipicu oleh tingginya kadar histamin dan senyawa kimia lain yang dilepaskan oleh lapisan bawah kulit, sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan. Histamin juga bisa menyebabkan bocornya cairan plasma dari pembuluh darah, sehingga terjadi penumpukan cairan. Kelebihan cairan ini juga bisa menyebabkan kulit membengkak dan terasa gatal.

Beberapa hal lain yang bisa jadi pemicu terjadinya biduran pada Si Kecil, yaitu paparan udara yang ekstrem, digigit serangga, obat-obatan tertentu, atau infeksi seperti influenza.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika Si Kecil mengalami biduran?

·           Mandikan Si Kecil

Saat menyadari kemunculan biduran di permukaan kulit Si Kecil, cobalah untuk memandikannya dengan air bersih. Tapi ingat, sebaiknya tidak memandikan anak dengan air hangat. Gunakan air dengan suhu ruangan untuk memberi efek nyaman pada bentol dan gatal. Memandikan anak bertujuan untuk mengurangi paparan alergen yang mungkin masih tersisa di kulit, sehingga biduran tidak semakin parah.

Selain memandikan dengan air bersih, ibu juga bisa mencoba untuk mengompres air dingin bagian kulit yang mengalami biduran. Ini bisa membantu mengurangi rasa gatal dan tidak nyaman yang muncul akibat bentol biduran.

·           Gunakan Losion

Mengatasi rasa tidak nyaman pada kulit yang biduran juga bisa dilakukan dengan membalurkan losion. Produk ini bisa membantu mengurangi rasa sakit dan perih akibat biduran. Pilihlah jenis losion yang mengandung Calamine dan oleskan pada area kulit yang mengalami bentol.

·           Hindari Pakaian Ketat

Mengenakan pakaian yang terlalu ketat malah bisa menyebabkan biduran di kulit anak menjadi lebih parah. Pilihlah jenis pakaian yang terbuat dari kain yang lembut dan tidak berbahaya bagi kulit anak-anak yang cenderung sensitif. Jangan memakaikan baju yang terlalu ketat pada area-area bentol di kulit.

Ibu, segera diskusikan dengan dokter jika biduran tidak juga hilang dalam waktu 48 jam, Si Kecil merasa pusing, mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas, serta merasa lidah atau tenggorokannya membengkak.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed